Rabu, 20 November 2013

Ku Relakan Kepergianmu


  Pagi mentari sudah tak mengusikku lagi, dalam keheningan ku berhasil berlari. Mungkin pagi ini adalah yang pertama semenjak hari itu yang tak pernah ku inginkan. pagi dimana aku bisa terbebas dari belenggu bayanganmu

  Mungkin kau heran ketika melihatku begini. Aku berubah dan kau juga berbeda. Walaupun kita tak saling sapa, aku yakin kita saling bertanya-tanya. Jika kita tak dibatasi oleh sebuah rantai api yang memaksa kita untuk menjauh, aku yakin kau akan melontarkan seribu pertanyaan tentang keadaanku sekarang. Entah hanya keyakinanku saja, apa memang benar itu terlontar dari mulut manismu. Namun sekarang aku berusaha untuk tikda memperdulikan semua kemungkinan yang aku sendiri tau sebenarnya itu tidak akan terjadi.

  Selama ini tubuhku dan ragaku mati dan aku terkapar dalam hamparan padang rumput yang luas membentang, semua terasa kering dan panas seperti yang ku alami sekarang. Aku sadar bahwa aku salah selama ini terus menanggapi bayanganmu yang selalu terlintas dalam kesendirianku. Aku sadar itu yang selama ini mengunci dan merantai perasaanku sehingga aku tidak bisa melakukan hal yang sebenarnya ingin aku lakukan.

  Walaupun setiap ku menatapmu, seperti terpancar dalam matamu rasa untuk membuka kembali cerita yang pahit aku alami. Aku begitu terusik dengan keadaan ini sampai aku putuskan untuk tidak lagi memandangimu. Memang aku belum sepenuhnya bisa melakukan hal luar biasa ini. tapi dengan dukungan dan semangat dewi fortuna dan dewa neptunus aku yakin aku bisa lebih kuat lagi dan bisa sepenuhnya menghilangkan bayanganmu yang terus mengganggu Relunganku.

  Detik berjalan, menit berlalu dan jam menunjukkan kesetiaanya untuk terus berjalan seakan dia tidak pernah sedikitpun meninggalkan tugasnya. Sama halnya dengan aku, aku terus berusaha berjalan menuju lorong waktu yang mengarah maju ke depan. Walaupun aku punya mesin waktu yang supercanggih. namun hati nuraniku membisikkan seribu bisikan dan mengatakan bahwa aku tidak boleh terhanyut dan kembali ke masa lalu.

  Keinginanku hanya satu yaitu keluar dari hamparan pasir itu dan ingin rasanya ku berenang dalam samudra yang sejuk dan menenangkan, jauh dari bayang-bayang dirimu. Telah ku lepaskan semua rantai baja yang selama ini mengikatku hingga sekarang aku bebas mengapresiasi tubuh dan perasaanku untuk melakukan hal yang lebih bebas lagi. 

  Kau tak akan tahu bahwa sekarang aku memiliki kacamata yang melebihi mesin waktu super canggih yang bisa saja mendorongku kembali untuk merasakan pahitnya masa lalu. Tapi kacamata yang tak pernah akan kau lihat ini selalu menghilangkan perasaan kelam setiap kali melihatmu. Sekarang aku bahagia dengan diriku, dengan segala yang ku punya. dan aku yakin bahwa aku benar-benar melupakanmu sekarang.

 Terimakasih semua yang telah membantuku mengubur masa laluku dalam-dalam. Aku tak pernah menamai kuburan itu supaya aku tidak pernah tau dan mencari tau tentang mu lagi. Aku yakin suatu saat nanti akan datang seorang Malaikat yang akan mengisi hatiku dan tentunya itu akan jauh lebih baik darimu. Dan jangan larang aku untuk tertawa jika suatu saat nanti kau merasakan apa yang aku rasakan dan kau menyesali semua di hadapanku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar