"Tercatat pasi semua kenangan yang tidak bisa kita lewati bersama,dalam harapan dan renungan arungan kasih ini terasa tak pernah sampai pada sebuah hati yang tidak mungkin pernah terjangkau oleh beribu bulir kasih sayangku. Memang sangat sulit untuk membuka kembali kenangan yang seharusnya belum pernah ku kenang dan aku selalu menginginkan semuanya terjadi dengan sangat indah. Namun beribu padi di ladang berkata lain, mereka pun tahu bahwa semua itu terjadi tak seindah apa yang tergambar dalam angan-anganku. Pernah sekali aku bermimpi akan hadir bayangnya yang sangat dekat dengan hati ini, namun semua tidak akan pernah bisa mengobati rasa rindu ini akan kasih dan tulus perhatianya."
"Kesalahan di masa lalu memanglah tidak untuk di sesali, namun terlalu naif jika hati nurani berkata untuk tidak menyesali semua. Karena semua tentangmu dan semua hal bersamamu yang pernah kita lewati dulu tak akan pernah bisa terlupa satu detik pun tak akan hilang. Tak akan pernah terganti sampai kapanpun sosok sepertimu di hati ini, meski aku selalu berniat untuk mencari pengisi dirimu yang telah lama pergi namun itu hanya memperparah keadaan hati ini. Andai kamu tahu, bahwa KAMU...KAMU...dan hanya KAMU... yang aku inginkan di setiap nafasku berhembus, di setiap denyut jantungku berdetak dan di setiap titik kehidupanku ku Hanya KAMU."
Itulah isi hati gue buat seseorang yang pernah ada di hati gue dulu. Banyak orang menyebut lo mantan gue, tapi bagi gue lo orang yang berarti lebih dari sekedar mantan bagi gue. Gue selalu bingung kenapa dia ngga pernah respect sedikitpun ke gue. jangankan respect, buat mandang gue aja dia sungkan. tau gak gue itu sudah bagaikan wabah yang menjalar dan sangat amat berbahaya sampai-sampai bisa menyebabkan infeksi dan menular kalo dia liat gue. Yah tapi itu ngga pernah ngurungin niat gue buat mempertahanin perasaan ini pens. Selagi dia belum ada yang memiliki gue bebas dong kasi harapan gue ke dia, walaupun sekecil anak semut, tapi itupun bisa mengalahkan gajah purba sekaligus (maksudnya kalo 1000000 Koloni anak semut). Yang gue rasain sekarang sebanding banget sama kenyataan ya pens. Contohnya tadi, nggak tau kenapa dia masuk ke kelas gue, dia berbincang dengan temen gue. Awalnya gue nggak nyadar ada dia soalnya gue lagi asik mainin game di tab gue, dan tiba-tiba gue lihat dia di samping gue sambil ngomong-ngomong dengan temen di samping gue. Gue sontak terkejut dan berubah salting. Seneng,sedih,bingung jadi satu pens. akhirnya gue mutusin buat diem dan gue memandangi wajahnya yang indah dan cantik parasnya. tapi malang tak bisa di hindar, bukanya dia balas senyum tapi dia memasamkan mukanya dan dengan seketika pergi dari pandanganku. Betapa terpukulnya hati ini melihat perlakuanya seperti itu. Namun gue nggak mau terlarut dalam kekecewaan itu, gue langsung terfokus lagi dengan Tab kesayangan gue. "Makasi Tab, kaulah penyelamat kegalauan Gue ({})"
Ini bukan masalah Tab yang menjadi pahlawan kesiangan gue. ini masalah perasaan pens, masalah harapan yang tidak pernah ada ujungnya. Mengagumi tanpa di respons itu menyakitkan sama halnya kita akan mati kelaparan tapi nggak ada satupun makanan yang dapat kita makan, itu sama sama menyakitkan. Cukup Untuk hari ini dan semoga esok tidak akan terulang. Entah apa yang akan terjadi namun gue akan selalu tetap berada di sisimu.
Dear YKD*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar