Selasa, 10 Desember 2013

Kenangan yang terlalu indah

  
Hingga kini aku masih belum tangguh untuk melupakanmu. Masih sering melihat bayangmu berlarian dipikiranku. Semua menjelma menjadi rasa rindu yang tiba-tiba menusuk tajam hingga menembus hati ini yang belum sembuh benar semenjak kau sakiti dulu. Memang ini waktu yang terbilang lama untuk bisa melupakanmu. Tapi setiap hari aku selalu berusaha untuk menghapus semua memori tentang dirimu. Terkadang aku heran, apakah kamu yang terlalu indah untuk aku lupakan atau aku yang terlalu bodoh untuk masih berharap kepadamu sampai saat ini. Namun yang ku tahu sampai saat ini hatiku masih merasakan perasaan yang sama seperti perasaan yang terdahulu. Walaupun perasaan itu sedikit demi sedikit mulai memudar, namun kau tak pernah tau semakin sakit perasaanku untuk melupakanmu.

Sampai kapankah hal ini terjadi, berulang kali dalam hidupku aku merasakan perasaan sakit karnamu. Di dalam hatiku masih ada perasaan tidak mau menerima perlakuanmu yang menyakitkan ini, terkadang perasaan untuk membalas pun merasuki relung hatiku, namun apa aku cukup kuat untuk membalas ini semua? Aku hanyalah seekor semut kecil yang berusaha untuk tetap menjalani kehidupan meski tidak berdaya untuk melakukan hal besar. Tapi apa semut kecil sepertiku tidak boleh merasakan kebahagiaan? Kebahagiaan yang sekarang kau rasakan bersama seseorang yang selalu ku benci dan tidak pernah aku suka. Memang aku tak pernah kenal dia, tapi yang ku tau dialah yang merusak kebahagiaanku dengan memilikimu. Tak henti-hentinya sakit yang menusuk-nusuk perasaanku ini. Kapankah engkau tau bahwa aku tulus menyayangimu tanpa syarat apapun.

Aku tahu bahwa dia jauh lebih baik dari aku. Namun akulah yang lebih dulu mencintaimu, apakah aku salah meminta kebahagiaanku yang pernah menjadi milikku. Aku terlalu rapuh tanpamu disini,seperti tidak ada lagi semangat yang membara dalam diriku seperti dulu ketika kamu menghuni ruang semangatku. Dulu kau selalu menggenggam jemariku saat aku terpuruk dengan hal buruk yang menimpaku, kau selalu menenangkanku, tak jarang kau mencium ku untuk sekedar membuat ku kembali tersenyum dan membuatku kembali merasakan kebahagiaan. kau juga memelukku dengan lembut hingga membuatku nyaman bersamamu dan melupakan hal menyedihkan yang terjadi saat ini. Tapi sekarang, disaat aku gagal di dalam usahaku, tak ada lagi kamu, tak ada lagi yang menggenggam jemariku, tak ada lagi yang menciumku dan tak ada lagi yang memberikan pelukan hangat yang membuat suasana menjadi luluh. Kini aku benar-benar sendiri, tak ada tempat untuk menangis seperti dulu aku selalu menangis di pundakmu. Tak ada tempat untukku bersandar seperti dulu aku selalu bersandar di sampingmu. Semuanya terlalu cepat sirna menjadi sebuah kesedihan dan kerinduan yang sulit untuk dihapuskan. Kapankah aku merasakan semuanya itu lagi Tuhan? Apakah Engkau menghendaki sekali lagi untuk terjadi dalam hidupku? Aku selalu merindukanya dan selalu menyimpan perasaan ini di dalam hatiku yang paling dalam, walaupun suatu saat nanti rasa ini akan hilang, namun kapan hal itu terjadi hanya Engkau Tuhan yang Tahu. *Salam rindu ku untukmu.

2 komentar: