Masih teringat jelas suara itu yang dulu mengatakan kata-kata manis yang selalu membuat perasaanku terhanyut oleh kata-kata yang indah terdengar. Masih jelas nada-nada indah itu beresonansi dalam hanyutnya malam yang dingin ini. Embun membasahi ranting-ranting pohon yang sedari pagi telah mengigil kedinginan oleh karena hujan yang datang tiada henti. Aku selalu tak bisa menghilangkan ingatan ku tentangmu di dalam situasi seperti ini yang kerap sekali datang menderu ketenanganku. Aku memang tidak menyalahkan kamu atas apa yang menimpaku, namun sampai saat ini pun aku tidak juga tahu siapa yang bertanggung jawab atas ini semua.
Aku masih kenal betul semua gambaran wajahmu, paras indah yang terpampang dalam dirimu membuatku tak kan pernah melupakanmu di setiap mimpiku. aku selalu memimpikanmu berada di dalam dekapanku dan selalu dalam keadaan hangat di pelukanmu. Hal yang tak bisa aku lupakan serupa dengan keadaan yang sekarang terjadi, namun apakah kamu ingat dulu saat kita terjebak di dalam derasnya hujan hanya berdua dan tidak ada satupun orang yang mengganggu keromantisan kita saat itu? Apa kamu masih ingat bahwa kamu tidak membiarkanku untuk berkendara dalam keadaan kedinginan? Kamu ambil jaketmu dan kau kenakan pada tubuhku yang saat itu tak cukup tangguh melawan derasnya hujan dan dinginya angin yang bertiup. Kau mendekap erat tubuhku dan berusaha untuk membuatku merasa hangat tanpa memperdulikan keadaanmu yang sedang kedinginan juga. Aku ingat betul jika kau melarangku berkendara dengan kacamata minus ku ini yang basah dan menghalangi pandanganku. Dan kamu mencubit ku dengan halus ketika laju kendaraanku sedikit terasa kencang, saat itu kamu bilang bahwa keselamatan ku lebih penting karena aku tidak mengenakan alat bantu untuk melihat jadi kamu menyuruhku sedikit lambat saat berkendara. Semua itu bagaikan sepaket kenangan yang tak pernah bisa dipisahkan satu persatu dan selalu akan selalu berada di dalam renungan ku setiap malam. dan aku selalu ingat semua itu disaat hujan selalu datang dengan lebatnya.
Ya, memang benar aku belum bisa mengusir kesepian di setiap malam. Aku masih sering memandangi semua kenangan yang kamu berikan. Aku selalu mengabadikan Pesan singkat yang selalu mengingatkanku bahwa kamu dan aku pernah menjadi kita dulu. Aku tidak pernah sekalipun menghapusnya bahkan aku backup semua agar tidak pernah hilang dari ponselku. Sampai sekarang aku juga masih menyimpan jam tangan yang pernah kamu berikan di saat umurku yang ke 17 lengkap dengan ucapan yang membubuhkan kata-kata cinta. Meskipun aku tidak bisa menjaga jam itu dengan sangat baik, namun setidaknya jam tangan itu tidak pernah ku biarkan menggores benda apapun.
Namun sayang satu hal yang tidak akan pernah aku bisa lakukan untuk mengabadikanya adalah sebuah rosario indah yang kamu kenakan sejak kamu masih kecil. Aku gagal mempertahankan rosario itu yang pernah sebulan lebih aku simpan dan aku gunakan dengan sepenuh hatiku. Padahal aku sangat ingin menyimpanya, namun semua tidak bisa dipertahankan lagi.
Banyak sekali yang sulit terlepas dari kehidupan lalu ku bersamamu. semuanya begitu indah ketika terulang kembali, dan aku selalu kehilangan kendali sehingga aku mengingatnya terus...terus...dan terus. Bahkan sampai saat ini sampai kamu telah menemukan pengganti diriku aku masih tetap memiliki rasa yang sama dengan rasa yang kumiliki saat kita bersama. Walau aku tahu kamu juga masih merindukanku dan terkadang kamu menanyakan keadaanku, namun rasa gengsimu untuk memperdulikanku lagi terlalu besar sehingga menutupi tali kedekatan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar