Pagi ini terasa seperti biasa aku menjalani setiap pagiku. Masih terasa hampa tanpa ada hadirnya seseorang yang spesial dalam hidupku. Inilah yang membuatku tidak kunjung bisa untuk melupakan cerita masa laluku yang sepertinya tak pernah bisa padam dari hidupku. Tak kecuali hari yang dirasa semua umat di dunia fana ini adalah hari yang spesial karena entah tanggal yang tersusun berurutan apakah karena hari rabu ini datang setelah hari selasa usai. Semua sosial media pun menjadi tempat pemberitahuan tentang semua kebahagiaan yang dirasakan di hari yang dibilang spesial ini. 1000 lebih status yang mengagung-agungkan hari ini terasa bosan untuk kubaca, seperti di dunia ini sudah tidak ada hal penting yang harus dikaji kembali. Namun bagiku tanggal 11-12-13 ini berkesan sangat datar, tak seramai para cendikiawan twitter atau facebook yang berlomba-lomba menghiasi beranda dengan kata-kata yang menurut mereka kece untuk di bagikan berdasarkan kisah yang mereka alami hari ini.Entah mereka benar-benar mengalami atau hanya narasi untuk sekedar menunjukan bahwa mereka tidak ingin kalah dengan pengguna akun yang lain. Tapi apalah aku ini, hanya terdiam dan tidak se akrab mereka untuk menerima hari ini, aku seakan tidak pernah perduli dengan apa yang akan terjadi di hari absurd ini. Apa aku harus berguling-guling ditengah kehampaan hati ini, atau aku harus bolak-balik merangkak untuk keluar dalam jurang penyiksaan batinku ini. mungkin karena aku tidak seperti mereka yang mempunyai seorang pasangan secantik juliet atau seromantis romeo. Entah kapan aku bisa seperti seperti dewa poseidon yang tak mengenal indahnya hari ini, seperti para dewa yang tak perlu menunggu hari spesial, karena mereka bisa mendapatkan semua yang diinginkan dengan mudahnya. Berbeda dengan perasaanku berbeda dengan Dewa Poseidon karena aku tak pernah bahagia seperti Poseidon.
Itulah kisah pagi hariku yang kurarapkan kamu selalu tau perasaanku setiap hari kepadamu. Tapi aku menyadari bahwa kamu tidak akan pernah peduli padaku lagi.jangankan peduli, mendengar namaku aja kau enggan untuk mendengarkanya. Aku selalu berangan-angan bahwa aku masih bersamamu saat ini, sehingga hari ini aku juga bisa merasakan hari spesial seperti yang banyak orang banggakan. Namun kenyataannya itu semua sepertinya tidak akan terjadi dan tidak akan pernah bisa menjadi kenyataan. Setiap kali aku memandang jam yang sedang berjalan, aku selalu mengatakan kepada hatiku jika impianku mengahabiskan hari ini padamu mungkin akan terwujud. 24 Jam bukan waktu yang sebentar dengan kesabaranku menunggu dan selalu menunggu kemungkinan itu datang. Hingga akhirnya 23:23 pun datang menghampiri dan menandakan bahwa sebentar lagi hari spesial yang di katakan banyak orang tidak akan terjadi padaku. Sekali lagi aku gagal merasakan sebuah kebahagiaan untuk bersamamu. Kamu terlalu jauh untuk ku raih, karena kupu kupu kecil sepertiku tak akan bisa melebihi tingginya elang yang terbang indah sepertimu. Kita bagaikan langit dan bawah tanah yang dibedakan dengan segala macam ketidak pantasan untuk kita bersatu. Aku selalu menyadari akan itu semua, namun itu bukan berarti aku tidak pernah boleh berharap kepada Sang Narendra bukan? Di setiap nafas ku berdoa tak pernah lupa ku sebut namamu dan memintakan kebahagiaan kepadamu setiap pagi hingga malam berganti. Namun apakah kamu pernah sekali pun tahu dengan segala pengorbananmu padamu? Akupun sadar bahwa segala sesuatu tentangku tak pernah penting untuk kau ketahui.
Aku selalu ingat hari itu, hari yang lebih indah dari hari ini. Aku selalu ingin saat itu terulang kembali meskipun hanya sebentar. Keindahan saat kau mengucapkan kata sayang padaku tak pernah bisa aku hapus dari lubuk hatiku yang terdalam. Meskipun semua berujung dengan rasa sakit, tapi aku tak pernah menyesal sempat memilikimu. Aku tak pernah memiliki rasa benci karena perlakuanmu, karena hati ini merasakan rasa sayang yang semakin bertambah seiring rasa sakit yang kau tambahkan dalam hatiku. Ya inilah aku yang selalu terlupa oleh banyak hal namun tak sedikitpun pernah terlupa tentangmu.
Apa kau juga demikian ? Apa kau juga selalu ingat saat hari itu? apa kau juga ingat apa yang dulu pernah kau katakan untuk meyakinkan jika kau memang sayang padaku. Kata-kata indahmu belum pernah sedikitpun terlupa dari pikiranku. Aku selalu ingin mengais-ngais kenangan masa-masa indah ketika bersamamu. Terkadang kamulah yang memaksaku untuk menostalgia cerita lama dengan Statusmu di sosia media yang terlihat sedikit Galau tapi entah untuk siapa kau menulis. Apa mungkin itu tentang aku? Apa mungkin kamu merasakan apa yang aku rasakan sekarang? Entah sampai kapan aku harus merasakan seperti ini . Sampai kapan aku akan mengabaikan hari-hari spesial yang berlalu lalang di kehidupan ini. Dan sampai kapan aku akan mengingatmu?
*Salamku Untukmu yang selalu ku rindu saat hari itu di suatu tempat*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar