Masih inget kan kemarin yang part I gue gimana pens? ya bener sekali. Gue akhirnya nemuin juga sosok manusia yang berhati mulia mungkin kalian banyak yang memanggilnya sahabat, meskipun gue belum bisa sepenuhnya percaya dengan sahabat sendiri sih pens tapi setidaknya gue tahu kalau sahabat bisa ngertiin gue dan bisa nuntun gue buat ngelakuin sesuatu yang jauh dari kata galau. Kalian pasti penasaran dengan kelanjutanya kan? Tanpa lama lama lagi mari kita simak bersama-sama.
Memang setelah masalah kemarin selesai gue ngerasa tenang dan lega karena semua telah terselesaikan dengan rapi, tapi justru masalah itu nambah lagi dan gue bingung gue harus ngelakuin apa buat nyelesain kesalah pahaman ini. Ini itu bagaikan jarum jatuh di tumpukan jerami dan susah banget nemuin jalan keluar buat nemuin jarum itu. Sama hal nya dengan yang gue alami sekarang karena lo tau sendiri kan pens gimana perasaan cewek itu? Cewek adalah manusia yang sulit buat percaya dan seribu penjelasan gue nggak cukup buat dia percaya. Lo pasti penasaran kenapa ini belum selesai? Karena permasalahanya sekarang adalah dia jadi jaga jarak dengan gue, gue bingung apakah gue sudah menjadi sumber wabah sehingga harus dihindari? apakah gue ini bau? apakah gue se naajis itu sampai harus jaga jarak segala? yah itu pens, hari hariku rasanya canggung ketika bertemu dia. Tidak seperti awal kita mengikat persahabatan yang tak kenal kata "lo jijik" nggak kenal kata "kasian amat hidup lo" karena kami menggap lo bahagia gue juga bahagia. Tapi sesuai kenyataan dan fakta, semuanya berubah dan apa yang terjadi? kita jadi pribadi yang belum mengenal satu sama lain.
Pendekatan demi pendekatan gue lakuin, tanpa kenal status gue nanti bakal di cuekin atau di "Sampahin" tapi gue tetep lakuin sebisa gue supaya persahabatan gue ini utuh seperti dulu. Gue berusaha omongin baik-baik, gue ajak main gue ingetin gimana kita dulu ketemu dan apa yang kita sering lakuin dulu yang bisa membuat kita bahagia dan melupakan semua masalah kita. Gue sih dulu pernah bilang "Bat,Aku kok kerasa persahabatan kita nantinya bakal retak ya?" dia bilang "Kita nggak akan pisah, jadi kamu jangan mikir macem-macem ya sahabat" dengan emoticon peluk yang bisa membuat gue ngerasa tenang karena dia mengatakan hal itu.
"Beda dulu beda sekarang, segalanya bisa terjadi. Rumah aja bisa roboh bahkan persahabatan nggak terpungkiri bisa roboh pula. hanya saja itu tergantung pada segigih apa kita mempertahankan persahabatan kita itu" - RYBA. Nah sesuai dengan prinsip gue itu gue memilih buat mertahanin semuanya, dan itu nggak sia sia pens, dalam selang waktu 1-2 bulan kita sudah nggak canggung lagi, kita kembali seperti dulu dan kita berjanji nggak boleh ngulangi hal yang bisa membuat persahabatan kita roboh lagi seperti sebelumnya. Dari perjuangan mempertahankan persahabatan gue tadi gue ngerasa secara tidak langsung gue itu berhasil percaya dengan sabahat hampir 80%. karena gue belum pernah ngelakuin hal sedalem itu pens dan gue sendiri nggak nyangka kenapa gue sampai ngelakuin hal se rumit itu demi mertahanin persahabatan? Semua itu hanya waktu yang bisa menjawab apakah ini saatnya gue menghilangkan pandangan negativ tentang orang lain? .
Tak lama setelah gue mendapat sahabat yang sangat berarti buat gue. Gue mengenal seorang teman baru. Meskipun banyak teman baru yang gue kenal, namun mereka hanya sekedar mengucapkan salam kenal dan lewat begitu saja bagaikan bermain monopoli di salah satu ujung terdapat Tempat bertuliskan "Masuk penjara,Hanya Lewat" dan kita tidak merasakan apa pun setelah melewatinya. Orang ini sepertinya berbeda, dia memiliki perhatian yang khusus dan lebih dan bisa menjadi lebih dari teman biasa. Akhirnya gue saling sapa dengan dia, berbalas chat, hingga lama kelamaan gue pun semakin akrab dengan dia. Karena gue merasa dia lebih dewasa dari gue, gue sampai sempet memanggi dia "Kakak" jadi kita semacam kakak adek-an tapi dengan konteks pertemanan dan itu tidak resmi ada hubungan keluarga. Dan gue nggak salah, gue cerita semua ke galauan gue, pacar gue, kesenengan gue dan gue juga minta dia mengajari gue hal-hal yang gue nggak bisa lakuin. Nah persis seperti kakak gue kan pens, namun semua itu tidak tertutupi rasa canggung gue saat tiba-tiba kelakuan dia tu bikin gue agak "Illfeel" dengan nya. Dia itu sedikit sombong dengan prestasi yang dia miliki, dia berlagak seperti orang yang sudah menggurui semua orang dan dia memiliki tingkat ke egoisan yang cukup tinggi. Dia juga memiliki gengsi yang cukup tinggi pula. Namun kebaikan dia cukup mempertahankan hubungan kita selama beberapa minggu.
Tak lama setelah beberapa saat gue cuma deket dengan "Kakak" gue itu, lalu gue mutusin buat deket juga waktu di sekolah. Gue juga manggil dia "kakak" walaupun gue agak canggung. Lalu gue juga sering main ke rumahnya, karena kebetulan rumah gue deket dengan rumahnya lalu kami jadi sering main layaknya adik-kakak beneran. gue bertukar cerita dan gue menikmati masa-masa itu . Masa yang indah gue rasain setelah perhatian sahabat gue juga mendapatkan perhatian yang lebih spesial. Itu sebabnya gue nggak pernah mau merasakan rasa yang lebih daripada yang gue rasain semua. Setelah semua mengalir dengan sendirinya bagaikan air sungai di pedesaan yang mengalir deras dengan airnya yang jernih, tapi semua itu bagaikan rumus gaya dan Luas penampang yang berbanding terbalik, karena nggak beberapa lama gue ngerasa bosan dengan beberapa sikapnya yang gue rasa terlalu monoton dan mengganggu sedikit kenyamanan. Lo bisa rasain betapa nggak enaknya dan agak kurang nyaman kalo ada di posisi gue.Tanpa berpikir panjang dan gue nggak mau ngambil resiko terlalu nyaman dengan dia, gue langsung ngilang dari kehidupanya. Gue ngga ngasi kabar, gue sebisa mungkin nggak ketemu dia karena cuma itu yang bisa bikin gue lupa dengan dia. Memang sih pens dia berkali-kali nelpon gue, ngajak gue ketemuan tapi gue cuma bisa bilang kalo gue sibuk. dengan 1001 alasan gue , gue berhasil membuat agar gue nggak ketemu dengan dia lagi. Memang sih tindakan gue agak jahat dan nggak bisa diterima akal. Tapi lo pikir deh pens kalo nantinya kita terlalu nyaman dan sulit melepaskan mendingan kita lepas sekarang kan pens?"Bagaikan kita melepaskan dalam jeratan saat kita terjanjur tatuh terperosok, mau tidak mau kita harus bangkit dan keluar dari lubang tersebut sebelum kita mendapat jeratan yang lebih parah lagi"- RYBA. Dan semenjak saat itu kami memutuskan buat berteman layaknya seorang teman yang hanya lewat namun sedikit berbeda.Walaupun awalnya susah namun seiring berjalanya waktu semua terjadi apa adanya dan tidak dapat direkayasa semua persahabatan yang terjadi.
**** Bersambung ****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar