Kehidupan remaja tidak lepas dari huru-hara percintaan, tidak akan bisa mengelak dari Zona Galau dan tidak akan bisa lepas dari belenggu rasa sayang dari lawan jenis nya masing-masing. Namun tanpa disadari ada sesosok Malaikat kecil yang hadir dan menyinari hidup kita, dia yang selau mensuport kita dalam segala tindakan kita. Sosok tersebut juga tidak akan membiarkan kita sampai salah mengambil langkah dan menyesal. Namun kebanyakan kita mengabaikan betapa hebat dan sangat perhatianya Dia dibandingkan kekasih kita.
Lo nggak pernah menyadari dimana tempat lo cerita ketika berantem dengan pacar lo?
Lo nggak pernah nyadar dimana tempat pelampiasan lo ketika marah gara-gara pacar lo selingkuh?
Lo juga nggak pernah nyadar dimana lo nyandar waktu lo ngga tahan sakitnya kelakuan pacar lo?
Semua yang diterima Malaikat kecil ini sungguh hal yang semua terlampau pahit, namun Dia nggak pernah protes ataupun menolak ketika lo meminta semua perhatian dan waktunya, Justru Dia senang jika bisa menghibur elo yang sedih dan berharap bisa membuat elo bahagia lagi. Tapi...
Waktu elo seneng-seneng dengan pacar lo apakah elo ingget Dia?
Waktu elo dapet perhatian dari pacar lo apakah perhatian dari Dia elo terima dengan baik?
Memang Dia itu ibarat sarung tangan sekali pakai yang terus dibuang setelah lo nggak menggunakanya lagi.
Walaupun lo nggak pernah inget saat elo seneng, tapi dia tetep mendoakanmu dan tetap memastikan kalo elo baik baik saja. betapa sempurnanya kehadiran Malaikat kecil di hidup kita walaupun kita nggak pernah menyadari.
Siapa sih sosok Malaikat kecil itu ? Elo pasti tau sosok malaikat kecil itu. Ya sosok itu tidak lain adalah seorang SAHABAT yang selama ini menjadi teman dan yang kita anggap seperti keluarga kita sendiri. Pernah kah kita sesekali mengucapkan terimakasih atas semua kebaikannya kepada kita? atas perhatianya kepada kita? Tentu dengan tulus hati maka sudah lebih dari cukup untuk membalas semua kebaikan Seorang sahabat yang telah berkorban kepada kita.
Gue mau cerita sedikit ni pens tentang sahabat terbaik yang pernah gue punya. Mari kita simak.....
" Awal gue menginjak masa Remaja tepatnya pada masa Putih Abu-abu dalam bahasa gaul ( Masa SMA ) gue nggak tahu dan nggak pernah bisa merasakan indahnya punya seorang Sahabat. Gue masih menjadi manusia Absturd dan bisa dibilang nggak punya Orientasi buat berbaur karena gue mengganggap semua teman itu musuh dalam selimut. Mereka bisa sewaktu waktu memakan kita, maka kita harus berjaga jaga memakan mereka atau kita yang habis termakan. (Ini bukan masalah makan memakan,mari kita lanjutkan.).Jadi selama Masa Orientasi masuk SMA gue bener-bener sendiri dan mandiri. Namun seiring berjalanya waktu ada beberapa orang yang memberanikan diri untuk menyapa gue. Memang sih gue bersekolah di Sekolah Kesehatan yang 90% siswanya dalah Perempuan jadi perempuan tidak sungkan untuk menyapa duluan. Awal sapaan memang gue biasa aja dan menganggap itu salam perkenalan. Namun lama kelamaan ada sesuatu yang berbeda dari tindakan yang mereka lakukan ke gue dan lama kelamaan Pandangan gue tentang orang lain berubah 30% menjadi positif bahwa 30% teman memang bener bener bisa menjadi sosok teman yang baik.
Memasuki Tahun ke 2 Masa Putih Abu-abu gue mulai menemukan beberapa orang yang terlihat berbeda dari teman yang lain. Gue melihat perhatian terpancar dalam diri mereka dan gue bisa menangkap itu semua. dan Wow! Pandanngan gue mulai berubah 50% terhadap teori Makan dan dimakan yang pernah gue terapin. Waktu demi waktu mereka mulai menunjukkan solidaritas mereka kepada gue dan akhirnya pun gue mempunyai 4 orang sahabat yang menemani gue disaat suka dan duka (pikiran gue awalnya). Waktu demi waktu berjalan, gue saling cerita semua tentang gue dan kita nyaman dengan status persahabatan. Namun lambat laun perhatian mereka berubah, mereka berubah seiring perkembangan pola kehidupan yang sedang berlalu dan akhirnya kekecewaan muncul dan gue akhirnya kembali tanpa seorang sahabat yang mengerti saat gue terbelenggu kembali. Pernah gue mikir kalo gue nggak pernah bisa mendapatkan seorang sahabat, apa gue nggak pantes buat dapet sahabat? Apa gue nggak cocok punya sahabat? Apa gue nggak bisa ngertiin orang di sekitar gue?. Dan semenjak saat itu gue sedikit mengubah perilaku gue dan menyesuaikan dengan apa saja yang mungkin menjadi faktor gue bisa mendapatkan sahabat. Pencarian gue nggak mudah, banyak orang yang Feed Respons ke gue tapi mereka cuma anggep temen biasa. 1 bulan berlalu tanpa hasil..2 bulan berlalu dengan hasil yang sama.. dan akhirnya pada bulan ke-3 gue tetep nggak bisa menemukan sosok Sahabat yang bisa mengerti gue. Akhirnya pada Semester ke 2 di Tahun ke 2 juga setelah pengumuman peringkat kelas (kebetulan gue ada di bagian yang diatas) Seorang Gadis yang menjadi sorotan banyak orang mulai akrab dengan gue, nama inisialnya DI . Gue mulai nyesuain dengan dia dan dia sebaliknya dan betapa seneng nya gue, gue makin akrab aja sama dia. dan yang lebih supernya lagi gue juga deket dengan sahabt DI yaitu DW dan akhirnya kita menjadi seorang sahabat yang seutuhnya. Persahabatan kita berjalan lebh dari 3 bulan dan semenjak saat itu gue bener-bener ngerasain punya sosok yang namanya Sahabat. Hidup gue serasa mimpi karena gue punya 2 sahabat yang amat ngertiin gue. Hidup gue pun serasa berwarna dan nggak Abstur lagi. Pada bulan ke 6 persahabatan kita sempat renggang karena terjadi sedikit masalah yaitu salah pemahaman akan perhatian. DI mengira kalo gue mulai ada rasa dengan dia, dan itu sempet membuat kita menjauh. Namun dari situ gue belajar menyelesaikan masalah dan akhirnya gue akrab lagi dengan dia. Dengan masalah itu persahabatan kita semakin di kuatkan.
*************
Tunggu Kelanjutan Hadirnya seorang sahabat Part 2 ya pens.Tunggu saja karena di part 2 akan semakin mengahrukan. So Stay turn on my Blog pens. Semoga bisa memotivasi kalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar