Ini memang seperti cerita dongeng yang tak logis sama sekali ketika dipikirkan kembali. Semuanya tak pernah habis untuk ku kenang. Selalu saja ada bekas yang begitu dalam. entah sampai kapan bekas itu akan berdiam di sisi ini atau entah ini telah mendarah daging dalam perasaan yang begitu lemah tak berdaya.
Aku masih ingat benar saat terakhir kali kita bertengkar dulu. Kau begitu emosi kepadaku dan menuduhku dengan firasat-firasat negatif mu. Itu yang kesekian kali nya kamu melakukan hal itu berulang-ulang, sampai pada kesalahanku menggunakan saat itu sebagai alasan untuk mengatakan kata putus padamu. Kata demi kata ku rangkai pada ponselku sampai terbentuk 3 Text pesan singkat. Awalnya aku memang sangat ragu akan mengirimkan pesan singkat itu padamu, namun seolah berbisik kencang ajakan untuk segera mengirimkan dan mengakhiri ini semua.
Tak pernah bisa ku lupa kamu berulang kali mengatakan kamu akan berubah asal aku memberikanmu kesempatan. Kita masih saling menyayangi, namun hadirnya seseorang lah yang membuatku sedikit berbuat tega padamu. hingga akhirnya kesedihanku meluap juga ketika kamu 5x menelponku dan tak satupun telpon yang ku angkat. Tiba-tiba hati nurani ku pun berbisik untuk menelpon mu balik, dan dengan penuh kejutan kamu menangis dengan sedikit kencang hingga membuatku ikut meneteskan air mata. Saat itu aku hanya bisa mengatakan seribu maaf karena aku menghianatimu demi gadis yang baru saja ku dekati.
Aku sangat mengerti kamu telah memberiku predikat orang yang pembohong dan telah memblacklist semua kenangan kita dari kehidupan mu. Aku begitu sadar bahwa aku telah jauh membohongimu dan menjadi manusia paling tidak bersyukur di dunia ini. Aku merasakan semua penderitaan dan siksaan yang kamu alami. Tepatnya setelah kita tidak berhubungan lagi, itu semua membuatku tersiksa karena sering sekali merindukan semua yang kita lakukan dulu. Aku begitu rindu saat-saat kamu bawel,pemarah,penuh perhatian,sensi dan itu semua yang begitu membuatku berdosa karena aku baru sadar bahwa kamu benar-benar mencintaiku. Aku begitu bodoh ketika aku pernah sekali ketahuan berhubungan dengan orang lain namun dengan rasa sayangmu kamu mempercayai ku lagi dan memberiku kesempatan untuk kedua kalinya. Namun aku mengulangi nya dengan hal yang serupa. Semua bagaikan jatuh ke lubang yang sama. Penyesalah Tinggal penyesalan yang tersisa.
Dan sekarang inilah yang terjadi. Aku begitu merindukan mu dan rasa sayangmu. Walaupun aku tahu kau sudah dekat dengan orang lain dan menuju langkah untuk menjalin suatu hubungan. Aku tidak peduli untuk begitu saja masuk kembali dalam kehidupanmu. Aku begitu menginingkan kamu lagi. Aku merasa kamu masih milikku, dan semua akan aku lakukan untuk merebut seluruh perhatianmu kembali dari orang itu.
Nasi kurasa memang sudah menjadi bubur dan semua seperti balasan telak padaku. Kamu begitu tidak peduli padaku lagi. Sangat berbeda dengan yang dulu. Kamu menjadi menjauh dariku, kamu juga tidak seperhatian dulu. Kamu selalu bilang sulit sekali untuk kembali memberi perhatian kepadaku apalagi memberikan kepercayaan kepadaku. Apakah kenyataan ini yang harus kuterima sekarang atas balasan perlakuanku dulu?
Mungkin kamu tidak pernah tau beberapa hari sulit ini selalu terbayangkan wajahmu. Kamu selalu hadir dalam setiap lamunanku dan tidak pernah absen dari bunga tidurku. Aku beberapa kali memimpikan berdua bersamamu dalam sebuah tempat yang sangat indah seperti surga. Aku merasa sangat bahagia sampai aku tersadar semua itu hanyalah mimpi. Dan sekarang aku hanya bisa memperhatikanmu dari kejauhan tanpa kamu tau air mata rinduku selalu menetes setiap perlakuan mu sekrang yang membuatku begitu menyesal.
Aku tahu penyesalah tak akan membayar semuanya. Aku juga harus menerima kenyataan bahwa kamu tidak mungkin menerimaku lagi, walaupun aku dalam keadaan sekarat sekalipun aku yakin kamu tetap akan bersikap acuh padaku.
Di setiap doaku aku selalu menyisipkan rintihan rindu untuk memelukmu kembali. Aku hanya ingin satu hal yaitu kamu mau kembali memberikan perhatianmu kepadaku dan kembali menjadi kamu yang dulu dengan komitmenku untuk tidak menyakitimu kembali. Meskipun hal ini sulit untuk terjadi. Namun aku yakin suatu saat nanti akan terjadi meskipun di detik terakhir aku bertemu denganmu.
Untukmu yang kucintai dulu
Yang telah ku kecewakan setelah 6 bulan itu
Semoga kamu tau perasaanku padamu sekarang
Aku begitu menyesal akan perlakuanku saat itu
Aku hanya ingin kepercayaanmu dan kamu yang dulu
Yang pernah tertuliskan "RYBANM"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar