Selasa, 24 Januari 2012

dialouge


A Glass of Slurpee

“Slurpee addict?”
“Serah lo lah, emang sih kemaren gue bilang gak suka soda. Cuma ini kan semacam es doger bukan?” Shifa mulai sok tau.
“Ah, gue yakin kemaren lo baru minum. Tiga kali pun belum,” aku berkata iri sambil mengaduk es sodaku itu, Slurpee.
“Oke deh, lo emangnya kenapa?”
Slurpee
Slurpee
“Yaaa, gak kenapa sih. Cuma rada aneh aja tau,” kataku yang bukan sebenranya. Ini loh yang terjadi 5 hari lalu, Shifa baru aja pindah anak dari kalimantan tengah, dan tingkahya masih alay, sebelum kuajari menjadi anak gaul dia masih.. alay . Dia pun masih pendiam.Dan besoknya aku ajak ke  7 eleven dekat sekolah. Dan dia bilang dia gak mau ikut, detelah aku bilang di sana ada minuman soda favorit. Alasannya gak mau coba.
Tapi, hari ini? Hmmm.. ada sesuatu
“Lo tau, di sini enak banget deh. Gue merasa, ada beban yang keluar,” katanya lagi.
Oh, ya? Aku kira 4 hari lalu kamu masih fobia dengan tempat ini.
oOo
Esoknya, coba tebak apa yang dia lakukan? Sepulang sekolah seperti kemarin dia yang mengajak aku datang lagi ke 7eleven. Sungguh entah mengapa, aku muak. Dia berlagak seperti ini.
Dia mengambil ponselnya, masih baru, dan mengacuhkanku selama 5 menit. Lalu berkata tiba-tiba.
“Boleh pinjam hapemu, gak?”
“Mmmm… oke, untuk apa?” kataku mengeluarkan smartphoneku.
“Untuk main foursquare, seperti katamu. Asik bukan?” katanya bersemnagta.
ASTAGA! Aku gak habis pikir, dia baru-baru ini buat account twitter. Sekarang?  Bahkan dia sudah punya account Foursquare. Sabar.
foursquare
“Boleh, tapi, sebentar ada notification,” aku segera mengecek sumber getaran handphone-ku.
Oh hebat, mention di twitter dari Shifa
ShifaLSMNG: slurpee-ing with @TariAnandithiya
Mimpi apa aku semalam? Aku janji jika diajak lagi ke 7 eleven bersama dia. Takkan kujawab iya!
oOo
Hari ini hari sabtu. Aku ada janji dengan Trian, dia mengajakku ke kafe mamamnya di Sudirman. Baru buka di cabang situ, ya, itung-itung bisa ikutan nyoba gratis brownies yang katanya enak itu.
Dan wow, coba tebak sebelumnya. Supirnya berhenti di depan 7eleven dekat sekolah. Trian menggandeng tanganku.
“Turun, yuk. Hot chocolate?” katanya. Agak ‘tersentuh’ dengan kata terakhirnya, Hot Chocolate, dia tau aja sih yang aku ‘srek’in. Kelemahan.
Mau tak mau aku ikut. Aku berjalan menuju pintu masuk dengan memperhatiakn bangunan ini. Bangunan penuh kaca bening tembus pandang ke arah jalanan. Model yang indah, tapi… apa itu?
Shifa, dengan Fani dan Citra? Fani dan Citra? Fani dan Citra? Anak genit itu? Mereka memang cukup populer, tapi ada apa dengan Shifa? Shifa bersama mereka.
Aku tau ada yang ganjil. Shifa cantik, ‘aset’ buat geng Fani dan Citra itu. Dia dimanfaatkan, direkrut oh damn! Kenapa sebelumnya gak mikir ke sana? Sekarang aku melupakan Hot Chocolate itu, aku berhenti di trotoar.
“Yan, duluan aja. Tiba-tiba gak mau hehe,” kayaku pada Trian.
“Okeee, tunggu di mobil juga boleh.”
Dalam hati aku juga merasa bersalah, bagaimana kalau Shifa jadi anak yang selalu berurusan dengan guru BK seperti Fani dan Citra?
oOo
Tiduran di kasur pada hari Minggu memang asik. Sambil mainin smartphone apalagi. Libur begini notification banyak sekali, chat dan BBM juga ramai di handphone.
TrianHPfans: Haha, kasian banget. Lagi sok-sokan Slurpee Adict, mentingin eksistensi! Eh astaga, kasian orang lg sakit U.U
Tweet Trian membuatku tercengang, jangan-jangan? SHIFA???
Aku langsung membuka BBM dan menyapa Trian dengan tergesa-gesa.
#10-1Tari Andh. : Tweets lo itu.. buat Shifa? Demi apa?
#10-1 Trian : Astaga lo gak tau? Dia dirawat, kejang gara-gara kebanyakan gula, ya soda slurpee itu!
Aku Langsung lemas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar